Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juli 2010

ARCHIMEDES

Archimedes adalah seorang matematikawan Yunani yang hidup antara tahun 287-212 S.M. Archimedes sering melakukan eksperimen untuk membuktikan bahwa teori-teori yang dibuatnya adalah benar. Dia membuat penemuan-penemuan praktis seperti alat pemutarannya yang terkenal dan masih digunakan sekarang sebagai lat pengangkut air untuk irigasi. Dia juga membuat hukum-hukum tentang penggunaan pengungkit dan kerekan.

Mungkin hal yang paling terkenal dari dirinya adalah ketika dia melompat ke dalam bak mandinya dan berlari telanjang ke jalanan sambil berteriak 'Eureka!' yang berarti 'aku telah menemukannya!'. Di luar cerita ini benar atau tidak, dia memang telah menemukan bahwa sebuah benda akan menggantikan berat air yang terbuang ketika benda tersebut mengembang ataupun tenggelam.

Info : Luigi Calvani (1737-1798) adalah seorang ilmuwan Italia. Dia secara tidak sengaja menemukan bahwa potongan kaki-kaki katak mengejang ketika urat syaraf pada kaki tersebut bersentuhan dengan sebuah gunting besi pada saat terjadi hujan badai.

SEPATU PERTAMA

Ketika para manusia primitif berjalan di permukaan bebatuan, mereka menyadari perlunya pelindung kaki. Oleh karena itu mereka mencoba melindungi kaki mereka dengan sebentuk sandal yang barangkali terbuat dari rumput, kulit atau kayu tipis. Sandal ini diikatkan pada permukaan kaki mereka dengan menggunakan simpul-simpul pada pergelangan kaki.

Di daerah-daerah yang dingin, pelindung seperti ini tentu saja tidak memadai sehingga manusia primitif menggunakan bahan tambahan pada sandal mereka. Dengan proses demikian, lambat laun sandal berkembang menjadi sepatu.

Salah satu peradaban manusia yang pertama kali membuat sepatu adalah bangsa Mesir. Mereka menggunakan lembaran kulit atau papirus yang diikatkan ke kaki dengan dua simpul. Untuk melindungi jempol kaki, bagian depan sandal kadang-kadang dilekukkan ke atas.

Bangsa Romawi selangkah lebih maju dengan membuat sejenis sepatu yang disebut calceus. Sepatu semacam ini memiliki belahan di bagian pinggir dan simpul-simpul di bagian depannya

Sepatu selalu berkembang seiring dengan perubahan zaman. Misalnya, pada masa pemerintahan Raja James I di Inggris, sepatu hak tinggi dari bahan kulit yang sangat halus menjadi trend di masyarakat.

Info : Telapak kaki hewan tidak membutuhkan sepatu karena kakinya telah

Minggu, 23 Mei 2010

GEMPA


Gempa adalah sentakan asli pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara local. Yang dapat dirasakan pada waktu gempa itu terjadi ialah getaran bumi tempat kita berada pada saat itu. Bumi di goyang kesamping dan ke atas. Itulah gelombang gempa yang sampai ke tempat kita. Pada waktu mengalami gempa , kita tidak tahu dari mana gempa itu datang, sehingga kita tidak tahu ke arah mana harus lari untuk menjauhi sumber gempa itu.


Ada tiga macam gelombang gempa yaitu:

1. Gelombang longitudinal yaitu gelombang gempa yang merabat dari sumber gempa ke segala arah dengan kecepatan 7 – 14 km per detik. Gelombang ini pertama kali dicatat dengan seismograf dan pertama kali dirasakaan orang di daerah gempa, sehingga dinamakan gelombang primer.
Kemudian, gelombang longitudiinal diikuti oleh gelombang transversal.

2. Gelombang transversal yaitu gelombang yang sejalan dengan gelombang primer dengan kecepatan 4 – 7 km per detik, dinamakan juga gelombang sekunder.

3. Gelombang panjang atau gelombang permukaan, yaitu gelombang gempa yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan sekitar 3,5 – 3,9 km per detik. Gelombang inilah yang paling banyak menimbulkan kerusakan.
Bagaimana gempa itu terjadi? Maru kita pelajari sambil mengenal istilah yang dipakai dalam Ilmu Gempa (Seismologi).

Istilah-istilah dalam ilmu gempa:

1. Hiposentrum
ialahh sumber, tempat peristiwa (tektonik, vulkanik, atau bongkahan tanah roboh) yang menyebabkan gempa. Jika penyebabnya patahan kerak bumi, maka hiposentrumnya berbentuk garis. Akan tetapi, jika gunung api atau tanah roboh, hiposentrumnya berbentuk titik. Dari hiposentrum gelmbang primer dan sekunder dirambatkan ke segala arah, yakni ke atas, ke samping maupun ke bawah.
Persebaran hiposentra gempa di bumi seletak dengan pertemuan dua lempeng kerak bumi, terutama di tempat pemujaman dan pemekaran dasar samudera,

2. Episentrum
ialah titik atau garis pada permukaan bumi tegak lurus di atas hiposentrum. Pada episentrum getaran gempa pertama kali muncul ke permukaan bumi. Dari episentrum getaran permukaan mulai dirambatkan secara horizontal ke segala arah.

3. Makro seisma,
yaitu daerah sekitar episentrum yang mendapat getaran dan menimbulkan kerusakan yang paling hebat.
4. Pleistaseista,
yaitu garis pada peta yang membatasi makro seisma.

5. Isoseista,
yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang menderita kerusakan yang sama akibat sebuah gempa. Garis tersebut biasanya berbentuk lingkaran atau ellips sekitar episentrum. Kadang-kadang juga isoseista berbentuk garis patah, karena kepadatan batuan pada kerak bumi yang dilalui gelombang gempa. Setiap isoseista diberi tanda angka romawi. Yang terdekat kepada episentrum diberi angka yang paling besar, berangsur mengecil ke arah keluar.

6. Homoseista,
yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat—tempat dipermukaan bumi yang mencatat gelombang primer pada waktu yang sama. Homoseista kebanyakan berbentuk lingkaran atau ellips. Oleh karena itu, dengan tiga tempat yang terletak pada satu homoseista kita dapat menentukan letak episentrum.

KLASIFIKASI GEMPA

Berdasarkan penyebabnya dan derajat kekuatan getarannya, gempa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Gempa tektonik,
yaitu gempa yang terjadi karena pergeseran kerak bumi. Telah kita ketahui, daerah pertemuan lempeng merupakan zona sumber gempa tektonik.

2. Gempa vulkanik,
yaitu gempa yang terasa di sekitar gunung api menjelang letusan, pada saat letusan, dan beberapa waktu setelah letusan utama.

3. Gempa tanah runtuh,
yaitu gempa yang mengiringi bagian gua yang roboh, misalnya gua kapur atau lorong pertambangan yang lapuk.

Gempa tektonik itu pada umumnya sangat kuat, berturut-turut bertambah gempa vulkanik dan gempa tanah rutuh bertambah lemah dengan areal gempa yang makin senpit.

Gempa juga dibedakan berdasarkan bentuk episentranya, yaitu sebagai berikut:

1. Gempa linier, episentrum berbentuk garis
2. Gempa sentral, episentrum berbentuk titik

Di atas telah diterangkan apabila hiposentrum berbentuk garis dan bila berbentuk
titik. Jika hiposentrum berbentuk garis, episentrumnya juga berbentuk garis.

Klasifikasi gempa berdasarkan jarak fokus atau kedalaman hiposentrum, adalah:

1. Gempa dalam, dalamnya lebih dari 300 km,
2. Gempa intermidier, dalamnya 100 – 300 km
3. Gempa dangkal, dalamnya kurang dari 100 km

Klasifikasi gempa bersadarkan jarak episentra, adalah:

1. Gempa lokal, jaraknya kurang dari 10.000 km,
2. Gempa jauh, jaraknya 10.000 km, dan
3. Gempa sangat jauh, jaraknya lebih dari 10.000 km

Karena keadaan yang istimewa, dikenal juga istilaah gempa laut, yaitu jika episentrumnya terletak di dasar laut. Keistimewaannya yaitu karena gempa laut biasanya membawa bencana di pantai akibat tsunami, yaitu gelombang pasang.

METEOR


Pada beberapa malam dalam bulan desember 1988 terjadi hujan meteor yang dikenal dengan nama Geminid shower. Pada malam itu orang awan dapat menyaksikan banyak meteor beterbangan di langit. Macam-macam orang menamakan meteor itu, yaitu tahi bintang, bintang jatuh, bintang pindah, bahkan ada yang menyebutnya hantu.


Di ruang angkasa banyak benda-benda padat yang beterbangan tak beraturan. Benda itu mungkin pecahan asteroid, mungkin materi ekor komet yang tercecer, mungkin juga pecahan benda langit lain. Benda-benda itu dinamakan meteoroid. Dalam perjalanannya di ruang angkasa luar, benda itu pada suatu waktu mendekati bumi.
Karena gravitasi bumi, jatuhlah benda itu ke arah bumi. Ketika menembus atmosfer, benda pada itu terbakar. Timbullah nyala yang tampak dari bumi sebagai bintang pindah, itulah yang disebut meteor. Jarang sekali meteor jatuh ke permukaan bumi. Kebanyakan habis terbakar sebelum menyentuh bumi. Meteor yang jatuh sampai ke bumi dinamakan meteorit, biasanya merupakan gumpalan yang kecil. Namun, ada juga yang beratnya sampai 34 ton seperti meteorit Anhighito yang ditemukan di Greenland. Sebuah meteor yang sangat besar jatuh di Arizona USA dan bekas jatuhnya dikenal sebagai Kawah Barringer (Barringer Crater) sebuah kawah meteor yang garis tengahnya sekitar 1,4 km dan dalamnya sekitar 190 meter. Mungkin meteorr yang membentuknya seberat 50.000 ton.
Jika anda datang ke Museum Geologi di Bandung, Anda akan dapat menyaksikan beberapa meteorit.
Pada umunya, meteorit dapat dibedakan atas dua macam, yaitu meteorit besi dan meteorit batu. Yang pertama terdiri atas 90% zat besi dan sisanya nikel, sedangkan meteorit batu sebagian besar dilikon (Si) dan hanya 10% saja besi dan nikelnya.
”Shower” yang dibicarakan pada awal uraian ini terjadi pada waktu-waktu tertentu. Pada masa ada shower itu, kita dapat mengamatinya lepas tengah malam. Dalam satu jam saja, kita dapat menyaksikan banyak meteor radial. Nama shower itu sesuai dengan pusat penyebaran meteor. Karena seakan-akan bersumber dari rasi Gemini, shower pada bulan Desember 1988 diberi nama Geminid shower. Meteor –meteor yang tampak itu kebanyakkan berwarna putih atau kuning. Akan tetapi , ada juga yang merah, biru, hijau dan jingga. Geminid shower dapat disaksikan setiap bulan desember.
Shower yang lain di antaranya Aquarid, sekitar rasi Aquarius pada tanggal 5 Mei dan 27 Juli, Orionid sekitar rasi Orion (bintang Waluku) pada tanggal 21 Oktober, Taurid sekitar tanggal 8 November dan Leonid sekitar rasi Leo pada tanggal 17 Novenber. Jika berminat, silakan Anda mengamatinya lepas tengah malam pada tanggal-tanggal tersebut serta beberapa malam sebelum dan sesudahnya.



Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

free counters

Mesin Penghasil Uang