Senin, 07 Juni 2010

JATUH CINTA

Tulisan ini, buat para aktivis dakwah atau pun yang lainnya. Jantuh cinta adalah hal yang fitrah, yang diberikan Allah kepada setiap hambanya. Apapun bentuk cinta yang hadir dalam kehidupan kita, itu semua tidak lepas dari koridor cinta kepada Allah semata, maka dengan itu seringlah Jatuh Cinta.
Cinta aktivis dakwah adalah cinta seseorang hamba dengan spektrum yang luas. Ia melihat kehidupan dengan cinta. Setiap hari ketika Allah berikan kesadaran dan memasukkanya kedalam perputaran kehidupan ia menjalani dengan cinta. Apa yang membuat seorang resah dengan penyimpanan kehidupan? Apa yang membuat seorang rela membelanjakan hartanya, meskipun ia sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudaranya. Semua itu dalam spektrum cinta aktivis dakwah.

Cinta aktivis dakwah adalah cinta yang lahir dari kerja keras, menjaga rasa sayang Allah SWT. Ia membingkai kehidupan dengan frame cinta yang hakiki. Masalah terbesarnya adalah jika Allah murka dengan semua rasa dan amalnya. Kebahagiaan tersebarnya adalah ketika Allah merahmati perasaan dan amalnya. Di dalam frame itulah ia menjalankan pentas kehidupannya. Maka ketika ia jatuh cinta, cinta itu membawanya kepada ketaatan, cinta itu menghantarkannya kepada amalan–amalan yang membuat Allah semakin cinta kepadanya. Ketika ia jatuh cinta, cinta itu membentenginya dari perbuatan ingkar dan menyimpang.

Cinta aktivis dakwah menghantarkannya kepada kehidupan yang berkah dan penuh rahmat. Ia mengijinkan perasaannya tumbuh dan berbunga hanya dalam bingkai ketaatan. Ketika cinta lawan jenis hadir dalam dirinya maka itupun tidak lepas dari komitmen menjaga hak–hak Allah di dalam cinta tersebut. Ia mempersembahkan cinta itu untuk orang yang memberikan jaminan cinta tersebut. Ia selalu yakin, Allah memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan dirinya.

Cinta aktivis dakwah bukanlah cinta dusta yang berlindung dari pernyataan “Allah tahu niat saya baik” tapi melakukan menyimpanan amal. Bukan cinta yang melenakan dan meresahkan.

Cinta aktivis adalah cinta yang seterang matahari. Ia penuh dengan ketulusan dan bukan sekedar basa–basi. Ia jelas dengan perangkat yang tidak menyimpang statusnya sebagai hamba.
Cintanya bukan sekedar kehangatan, melainkan tanggung jawab. Bukan sekedar romantika dunia, melainkan sendung mulia penduduk langit. Jelas terang, dan tidak ada sedikitpun yang disembunyikan. Cinta aktivis dakwah ada dalam tingkatan ketaatan. Allah sang raja, Rasulullah sang kekasih, perjuangan yang dirindukan, pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak – anak soleh dan solehah sebagai bunga dan buahnya, cinta tulus, cinta murni, cinta hidup dan kehidupan.

Jika kata aktivis dakwah, dan menjaga hak–hak sebagai hamba Allah, maka jatuh cintalah. Semoga Allah memuliakan kita disebabkan cinta itu. Dan aktivis dakwah bukan tembok kokoh yang tidak berperasaan karna aktivis dakwah adalah manusia dengan hati yang lembut, merangkai cinta tiap hari. Dan manusia yang sering jatuh cinta.

BILA KU JATUH CINTA ,

KU INGIN T'BANG CEPAT


HINGGA SYATAN


TAK SANGGUP HINGGAP


Minggu, 06 Juni 2010

Membersihkan Jazirah Arab dari YAHUDI

Yahudi adalah bangsa yang terlaknat oleh Allah SWT (laknatullah) dari masa Rasulullah sampai hari kiamat nanti, tidak ada kata perdamaian dengan mereka.
Akibat pengkhianatan mereka atas Piagam Madinah, satu persatu kelompok Yahudi diusir dari Madinah. Sejak pemerintahan Umar bin Khaththab, Jazirah Arab dinyatakan bersih dari orang-orang Yahudi.

PADA PERANG AHZAB, Yahudi kembali melakukan penghianatan. Kali ini dilakukan oleh Bani Quraizhah. Mereka melakukan koalisi dengan dengan pasukan kafir untuk menghancurkan Nabi Muhammad dan kaum muslimin. Tindakan mereka ini sangat membahayakan pasukan islam yang memang saat itu tengah terjepit. Allah mengerakkan hati Nuaim bin Mas'ud untuk berinisiatif memecah belah koalisi mereka. Kaum muslimin pun keluar sebagai pemenang. Pasukan Ahzab kocar-kacir kembali ke kampung halamannya membawa kekalahan.

Ketika perang Ahzab berakhir, Rasulullah saw segera memerintahkan pasukakan untuk mengepung perkampungan Bani Quraizhah. Tanpa pilihan lain, Bani Quraizhah taklukdi bawah titah kaum muslimin. Lebih dari enam ratus laki-laki Bani Quraizhah yang tak mau memeluk Islam dibunuh. Para wanitanya ditawan dan kekayaaan mereka dijadikan harta rampasan. Dalam pengepungan itu, Saad bin Muadz, tak mampu bertahan dari luka-lukanya. Ia pun syahid setelah memberikan keputusan atas nasib Bani Quraizhah (Ar-Rahiqul Makhtum Shafiyur Rahman al-Mukbarakfuri).

Ternyata, hancurnya perkampungan Bani Quraizhah bukanlah akhir dari sejarah Yahudi di masa Rasulullah saw. Mereka masih memiliki markas dan benteng-benteng kokoh di Khaibar (Baca Shiroh Nabawiyah). dari tempat inilah oarang-orang Yahudi mengatur segala rencana unruk membinasakan kaum Muslimin. Dari sinilah segala pengkhianatan Yahudi bermula.
Untuk melumpuhkan gerakan ini, Rasulullah saw memerintah pasukakannya menuju Khaibar. Satu demi satu benteng Khaibar ditaklukkan. Setelah mengalami perjuangan berat dan melelahkan, akhirnya semua benteng Yahudi bisa ditaklukkan. Dalam peristiwa ini sekitar 16 orang dari kaum Muslimin syahid. Sedangkan korban dari pihak Yahudi mencapai 93 orang, (Shahih Bukhari 590-591).

Sejak saat itu bangsa Yahudi takluk dii bawah naungan Islam. Meskindemikian, mereka tetap diberikan kesempatan hidup bahkan diberikan untuk menggarap perkebunan milik umat Islam dengan hasil yang adil. Hal ini terus berlangsung hingga pada pemerintaha Umar bin Khaththab.
Khalifah kedua pengganti Rasulullah saw ini segera mengirim surat pada orang-orang Yahudi. "Sesungguhnya Allah benar-benar mengizinkanku untuk mengusir kalian. Setalah sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, 'Janganlah sekali-kali ada dua agama berhimpun di Jazirah Arab. ' Karena itu, barangsiapa dari kaum Yahudi yang mendapat janji dari Rasulullah saw hendaklah ia datang kepadaku agar janjinya itu kutunaikan. Barangsiapa yang tidak mendapat janji dari Rasulullah saw, bersiap-siaplah untuk keluar dari Khaibar."

Umar benar-benar melaksanakan ketetapannya. Sejak saat itu, kaum Yahudi dinyatakan "bersih" dari Jazirah Arab, baik secara ideologi, maupun fisik. Mereka menjadi bangsa yang tak bertanaah. Baru pada pertengahan abad ke 20, bangsa Yahudi berhasil mengelabui kaum Muslimim dan merampas bumi Palestina hingga kini. Jika tiba masanya nanti, mereka pun akan enyah dari permukaan bumi ini.

Rentetan pengkhianatan Yahudi ini memberikan pelajaran berharga bagi kita. Bahwa, dimana pun dan kapa pun orang Yahudi tak bisa di ajak berdamai. Mereka sudah ditakdirkan untuk menjadi musuh abadi kaum muslimin. Mereka yang masih bersedia melakukan perdamaian dengan Yahudi, bukan hanya tak bisa memahami teks Al-Qur'an yang jelas-jelas menyebutkan "permusuhan abadi" ini (QS. Al-Baqarah : 120). Tapi juga, buta sejarah. Semoga kita termasuk orang yang bisa mengambil pelajarah dari masa lalu.

BAHAGIA

Ada cerita tentang kebahagiaan, suatu ketika Tuhan meminta dua malaikatnya membawa kebahagiaan untuk manusia. Tuhan hanya berpesan pada dua malaikatnya, "jangan letakkan ia ditempat yang terlalu sulit, hingga nanti manusia tidak menemukannya. Jangan pula terlalu gampang, karena manusia, nanti akan menyia-nyiakannya. Tapi yang jelas, letakkan di tempat yang bersih."


Maka kedua malaikatpun turun ke bumi dan berdialog. Yang satu ingin meletakkannya di puncak gunung. Dan yang satu ingin menaruhnya di dasar samudera. Singkat cerita, kedua malaikat tersebut menemukan tempat yang bersih, tidak jauh, tapi juga tidak mudah manusia mendapatkannya. Coba tebak sebelum melanjutkan pada paragraf selanjutnya.

Letak bahagia itu, dekat, tapi sekaligus jauh. Kedua malaikat tersebut meletakkan bahagia pada hati yang bersih. Ya, pada hati yang bersih. Hati, selalu ada pada diri kita, 24 jam sehari. Tapi hati yang bersih, begitu susah dan begitu berat mencapainya.

Pesan dari itu semua, menurut saya adalah, bahwa bahagia atau kebahagiaan hanya efek semata. Artinya, bukan kebahagiaan tujuan yang hendak kita capai, seharusnya. Karena bahagia, sekali lagi, hanyak dampak, hanya akibat, hanya rentetan dari begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan manusia.

Berhati bersih adalah tujaun. Berfikir terbuka adalah tujuan. Bersabar dalam perjuangan adalah tujuan. Memiliki ilmu yang bermanfaat adalah tujuan. Jika manusia mencari kebahagiaan, saya khawatir, manusia akan kelelahan. Sebab, bahagia tidak bisa diukur dengan angka, ditimbang dengan materi, atau dijajar seperti pangkat dan gelar. Jika di sana manusia mencari bahagia, ia seperti meminum air lautan. semakin banyak air laut diminum semakin haus pula dirasa. Sebab, akal selalu membisikkan mantera, agar manusia selalu mencari lebih banyak dan lebbih banyak lagi. Sampai tanah menyumpal mulutnya.

Tapi bayangkan jika manusia berhati bersih, dan bersabar dalam perjuangannya, menebar manfaat dengan ilmu, selalu terbuka pada sesuatu yang baik dan terang. Bahagia tak perlu diundang. Bahkan lebih jauh dari itu, kebahagian menjadi sangat kecil. Sebab, setelah kita melakukan semua itu, dan Allah ridha, bahagia menjadi seharia hidup kita.

Berhati bersih dan selalu berprasangka baik, pada manusia lain dan sang Pencipta manusia. Bersabar dalam perjuangan, menengakkan kalimat dan agama-Nya di atas dunia. Memberikan manfaat kepada manusia lain dengan ilmu-Nya dan juga selalu terbuka untuk bermuhasabah apakah perjuangan hari ini lebih baik dari perjuangan di masa lalu, itu tujuan hidup manusia. Dan jika dengan itu semua, lalu Allah ridha dan tersenyum untuk kita, seperti yang dijelaskan dalam hadits qudsi, jangankan bahagia, syurga pun terasa hambar dibanding senyum-NYA. Karena Allah telah ridha pada kita.

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

free counters

Mesin Penghasil Uang