Rabu, 25 Agustus 2010

KEUTAMAAN PUASA MUHARRAM DAN SYA'BAN

1. Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah saw bersabda: "Seutama-utama puasa sesudah Ramadhan yalah puasa bulan Muharram, dan seutama-utama sembahyang sesudah fardlu yalah sembahyang malam. (HR. Muslim)

2. Aisyah r.a. berkata: Tidak pernah Rasulullah saw berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari puasanya dalam bulan sya'ban adakalanya sebulan penuh. Dan adakalanya hampir penuh hanya sedikit yang tidak puasa. (HR. Buchary, Muslim)

3. Mudjibah Albahilijah dari ayahnya atau pamannya berkata: Ia datang kepada Rasulullah saw kemudian setelah satu tahun kembali lagi kepada Rasulullah saw dalam keadaan sangat berubah bentuk dan keadaannya, sehingga asing bagi rasulullah saw maka ia berkata: Ya Rasulullah, apakah kau tidak mengenal saya? Jawab Nabi: Siapakah kau? Jawabnya: Saya Albahily yang datang kepadamu pada tahun yang lalu. Nabi bertanya: Mengapakah kau sangat berubah demikian rupa? Jawabnya: sejak saya berpisah padamu itu saya tidak makan kecuali waktu malam. Rasulullah saw berkata: Kau telah menyiksa dirimu. Kemudian berkata: Puasalah bulan sabar (Ramadhan) dan satu hari tiap bulan. Berkata ia: Tambahlah bagi saya karena saya masih kuat. Bersabda Nabi: Puasalah tiga hari tiap bulan. Berkata: Tambahlah bagi saya. Bersabda Nabi : Puasalah bulan Asyhurul-hurum, dan hentikanlah-puasalah Asyhurul-hurum, dan hentikanlah. Puasalah Asyhurul-hurum dan tinggalkan. Rasulullah sambil menunjukkan jari yang tiga dibuka ditutupnya (HR.Abu Dawud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

Mesin Penghasil Uang