Minggu, 23 Mei 2010

Indahnya Pernikahan ISLAM


“Orang yang terbaik diantara kalian ialah yang terbaik kepada istrinya, dan akulah orang yang terbaik diantara kalian kepada istrinya” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud).
”tiga golongan yang berhak ditolong Allah : Pejuang di jalan Allah, Mukatib (budak yang membeli dirinya dari tuannya) yang melunasi pembayarannya dan seorang pemuda yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram”


PERNIKAHAN ADALAH ANUGRAH ALLAH SWT

Kecintaan manusia terhadap lawan jenisnya adalah salah satu kekuasaan Allah, sekaligus menunjukkan keesakan-Nya dalam wujud-Nya. Allah SWT menganugrahkan rasa cinta terhadap lawan jenis tersebut agar kita merasa tenteram dan selalu cenderung kepadanya, sehingga lestarilah generasi manusia, sebagaimana firman-Nya:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram.....” (QS.30:21).

Bahkan Allah mengibaratkan kebutuhan pria terhadap wanita (dan sebaliknya) sebagai pakaian yang bermakna: melindungi, memperindah dan bahkan menutupi bagian tubuh yang kurang enak dipandang: ”... mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka...”(QS.2:187). Ibnu Abbas menafsir ayat ini : ”wanita adalah menenang bagi pria dan pria juga penenang bagi wanita”.

Selanjutnya Allah menjaga hubungan cintah kasih ini melalui sebuah wadah yang akan menjaganya supaya tetap luhur, meninggihkan kehormatan, serta kuat ikatanya. Itulah yang dinamakan Pernikahan.
Pernikahan tidak hanya sanggup menjadi ruang bagi adanya cinta kasih dan legalisasi hubungan syahwat, akan tetapi ia juga mampu menciptakan nuansa pembinaan, perbaikan dan pembelaan dalam hubungan itu.
Pernikahan juga menjadi pembela ketinggian ,artabat manusia dibanding mahluk lainnya, Rasul SAW bersabda: ” Tiada bandingnya hubungan cinta kasih yang melalui pernikahan” (HR. Ibnu Majah).

ANTARA FITRAH DAN IBADAH

Pernikahan adalah sesungguhnya adalah fitrah manusia, karena ia adalah ekspresi kebutuhan jiwa manusia pada lawan jenisnya. Allah SWT, telah menggariskan kebutuhan ini sebagai salah satu sifat asasi dalam diri manusia (QS:30:21). Manusia yang mencoba menjauhi aspek ini sebenarnya telah mencoba menghilangkan satu elemen penting dari sisi kemanusiaannya, yang tak akan tergantikan oleh apapun di dunia ini.
Dalam perspektif Islam, pernikahan tidak hanya merupakan proses yang naluriah, akan tetapi ia juga merupakan dimensi penting dari ibadah. Hal ini disebabkan pernikahan telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sebagai sebuah perintah yang harus dilaksanakan oleh setiap mukmin. ” Maka nikahlah perempuan-perempuan yang baik, bagimu” (QS. 4:3).
Bahkan pernikahan dikategorikan sebagai amal (perbuatan) yang memnuhi separuh dari kesmpurnaan agama seorang muslim, sehingga siapa yang belum melaksanakan Dien (agama) dengan sempurna. Rasul SAW, bersabda: ”Barangsiapa beristri maka dia telah melindungi separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi” (HR. Al Hakim dan Ath ThahawI).
Inilah bukti keselarasan nilai dalam Islam, dimana pernikahan dapat memenuhi aspek duniawi (hubungan cinta dan syahwat) serta pula ukhrowi (bernilai ibadah).

TUJUAN PERNIKAHAN

Sesungguhnya hubungan cinta kasih sayang antara pria dan wanita merupakan kebutuhan biologis yang perlu direalisasikan dan nikah merupakan aturan yang mesti dipatuhi untuk pelaksanaannya.
Dalam islam tujua pernikahan tidak hanya formalisasi hubungan keduanya secara sah, akan tetapi ia memiliki tujuan yang lebih tinggi yakni menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul, serta melestarikan kepemimpinan manusia (sebagai khalifah/pengelola) dimuka bumi ini...

1. Menggapai Mardhotillah (keridhoan Allah)
Ini adalah tujuan akhir dari setiap aktivitas ibadah setiap mukmin, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an surat Al: An’am:162)

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

”katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku dan matiku, semuanya bagi Allah Robb sekalian alam” .

2. Terjalinnya cinta dan kasih sayang

Pernikahan akan mengantar manusia menuju ketentraman, perdamaian serta bebas dari rasa gundah dan was-was karena kekhawatiran putusnya ikatan cinta dengan lawan jenis (pacaran pranikah).

3. Menjaga diri dari dosa

”Wahai pemuda, barangsiapa diantara kamu telah mampu menikah maka hendaklah ia menikah, sesungguhnya dengan demikian akan lebih menundukkan pandangan mata (dari yang dilarang) dan memelihara kemaluan...”(HR.Bukhari & Muslim).

4. Mengikuti sunnah Rasul SAW

”Barangsiapa yang mempunyai kesanggupan untuk menikah tetapi ia tidak mau menikah, maka bukanlah ia termasuk golonganku” (HR. Thabarani).

5. Melanjutkan keturunan

Pernikahan yang diberkahi akan mampu melahirkan keturunan yang baik-bauk pula :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

”Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuen yang banyak. Dan bertaqwahlah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan siraturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (QS. 4:1) .

6. Siraturrahim

Menikah bukan hanya bersatunya dua manusia, akan tetapi ia bahkan menjadi sebab penguat bersatunya dua keluarga, atau dua lingkungan, atau bahkan dua bangsa.

7. Dakwah

Pernikahan merupakan model terbaik dan teraman dari hubungan lelaki dan perempuan. Pernikahan yang dilandasi pemahaman yanmg baik tentang Islam akan mampu menjadikannya sebagi sarana dakwah yang efektif, tempat masyarakat bercermin dalam mencari model hubungan itu sendiri...

ADAB-ADAB PERNIKAHAN DALAM ISLAM

. Memilih pasanga yang baik dan sepadan

Islam menganjurkan untuk memilih pasangan yang baik karena ia sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita selanjutnya. Adapun yang menjadi prioritas adalah faktor kekuatan agamanya, walaupun tidak juga mengesampingkan faktor kecantikan, kekayaan dan keagungan martabat keluarganya.
Rasul SAW bersabda: ”Maukah kalian kuberitahukan mengenai sesuatu yang paling baik untuk disimpan seseorang? Itulah istri sholehah! Yang bila ia (suami) melihatnya, ia (istri) menggembirakannya, bila diperintah ai taat dan bila pergi ai jaga (harta, anak dan lainnya)” (HR. Abu Dawud dan Hakim).
Seorang pemuds bertanya pada hasan bin ali ra. Perihal kriteria suami yang baik, beliau berkata : ”nikahkanlah dengan pemuda yang bertaqwa kepada Allah, sebab bila pemuda itu mencintainya, ia memuliakannya dan jika ia marah maka ia tidak akan menganiayanya” (lihat ihya’Ulumuddin).

• Khithbah (Meminang)

Dalam eti,ologi arab, khithbah berarti seorang pria meminta seorang gadis dari keluarganya/orang tuannya untuk menikahi, Allah menganjurkan meminang ini dalam firman-Nya:

وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاء أَوْ أَكْنَنتُمْ فِي أَنفُسِكُمْ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَـكِن لاَّ تُوَاعِدُوهُنَّ سِرّاً إِلاَّ أَن تَقُولُواْ قَوْلاً مَّعْرُوفاً وَلاَ تَعْزِمُواْ عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىَ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

”Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf . Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun” (QS. 2:235)..

• Akad nikah

Akad nikah merupakan garis batas dari pernikahan ia mengubah yang haram menjadi halal, ia juga perlambang kerelaan sebuah keluarga untuk melepaskan putrinya memasuki rumah sang pemuda yang menikahinya. Firman Alla SWT: ” Oleh karena itu kawinilah mereka dengan seizin ahlinya/tuanya” (QS. Anissa:25).

• Pemberian Mahar

Mahar diwajibkan bagi setiap pemuda untuk diberikan kepada wanita yang hendak dinikahinya sebagai yang tulus dan penuh kerelaan.
Mahar murni menjadi hak milik isterinya dan pemamfaatannya haruslah seizin istri. Mahar adalah lambang penghormatan terhadap eksistensi wanitaa dan kedudukannya yang tinggi di mata pria, Allah SWT berfirman : ”Berikanlah mahar kepada wanita yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepadamu sebagai dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya” (QS.An-Nissa:4) .

• Mengadakan walimah (resepsi)

Islam sangat membenci pernikahan yang sembunyi-sembunyi karena justru akan mengundang fitnah dan memunculkan buruk sangka. Pernikahan seseorang harus dikabarkan secara luas ke khalayak ramai supaya mereka turut mendoakan kebaikannya.
Rasul SAW bersabda: ” Umumkanlah pernikahan itu dan jadikanlah masjid sebagai tempat melaksanakannya dan pukulah rebana-rebana untuknya (yaitu untuk meramaikannya) (HR. Tirmidzi).
Walimah juga perlu memperhatikan adab-adab yang di atur dalam Islam, seperti dianjurkannya pemisahan antara undangan pria dan wanita, demi menghindarkan adanya Ikhtilath (campur baur pria dan wanita), tidak diiringi dengan musik-musik yang jauh dari nilaiagama (jorok dan murahan)serta tidak memasukkan makanan yang haram kedalamnya (miras, birr dll).
Demikianlah Islam mengatur itu semua bukan sebagai beban, melainkan agar pernikahan itu memiliki nuansa ibadah dan diiringi dengan keridhoan, rahmat dan maghfirah dari Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

Mesin Penghasil Uang