Kamis, 08 Juli 2010

PENULIS MUDA

Bima sebenarnya punya banyak potensi yang bisa di kembangkan, baik dalam segi budaya, pariwisata serta yang terpenting adalah sumber daya manusianya (SDM). Kenapa SDM ini sangat penting? Karena yang bisa mengelolah semua itu adalah kemantapan sumber daya manusia yang berdaya saing. Hal ini yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah daerah pada khususnya dan pemerintah wilayah pada umumnya, sebab kita bisa melihat ring predikat yang di capai oleh NTB sendiri di tingkat nasional masih sangat rendah yaitu nomor 2 dari belakang dari 34 propinsi yang ada di indonesia.
Dalam hal ini peran SDM berkualitas sangat strategis dalam pembangunan/ pengembangan wilayah, di samping sebagai subyek sekaligus obyek dari pembangunan/ pengembangan wilayah tersebut. SDM berkualitas merupakan faktor yang menentukan maju tidaknya suatu daerah (Sinar Pagi, 17 - 23 Januari 2007), karena dibekali dengan pengetahuan dan menurut Nonaka (dalam Winardi, 2005: 12) bahwa :
Satu-satunya sumber yang dapat diandalkan bagi tercapainya keunggulan kompetitif yaitu pengetahuan.
Dalam konteks SDM berkualitas, kebijakan pembangunan nasional bidang kependudukan tidak terpisahkan dengan kebijakan pembangunan bidang pendidikan. Pada hakekatnya SDM adalah penduduk dan untuk mencapai SDM berkualitas melalui proses pendidikan. Pembangunan kependudukan dihadapkan pada tantangan yang makin berat, baik dalam hal jumlah, kualitas, maupun persebarannya. Jumlah penduduk yang relatif besar seharusnya bisa sebagai asset pembangunan tetapi karena tidak diimbangi dengan kualitas dapat menjadi sebaliknya, yaitu beban pembangunan.

Dalam upaya peningkatan SDM ini, Icro Club (IC) merupakan salah satu LSM pelajar yang terfokus terhadap pembinaan, baik dari segi ruhiyah (akhlaq) maupun jasadiyah (intelektual). Adapun visi IC yaitu menjadi ujung tombak pembangunan moral dan intelektual pelajar dan generasi muda di Indonesia sebagai cikal perubahan besar di masa depan serta Misinya (1) Menjadi fasilitator penggalangan dana, infaq dan sedekah bagi pengembangan berbagai program pembinaan pelajar dan generasi muda (2) Melaksanakan berbagai program-program efektif pembinaan pelajar dan generasi muda.

Dalam upaya meningkatkan SDM tersebut IC pada bulan Mei 2010 mengadakan Lomba Tulis Esay Tingkat Pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-KOBI dan KABI, lomba diselenggarakan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional sekaligus Lounching IC. Kami sebagai panitia penyelenggara merasa bangga bisa melihat kemampuan siswa/i dalam mengembangkan bakat serta kemampuan mereka di bidang menulis patut di ajungkan jempol.

Lomba ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis, kemampuan berpikir ilmiah, membangun sikap positif dikalangan pelajar dalam menyampaikan ide-ide ilmiahnya sekaligus meningkatkan minat baca di kalangan anak mulai dari usia dini. Karya mereka lumayan bagus-bagus, walaupun ada sebagia tulisan merupakan hasil jiblakan dari Internet. Setelah kami melakukan seleksi, ada 10 tulisan yang masuk ke babak presentasi. Dari sinilah saya bisa melihat kemampuan mereka mengekspresikan ide-ide cermerlangnya, dan ketika kami melakukan uji dengan berbagai pertanyaan seputar tulisan mereka yang dikaitkan dengan isu-isu terhangat di tingkat daerah maupun nasional, alhamdullih mereka bisa menjawabnya. Ada satu anak yang saya kagumi saat itu, dia mempunyai bakat yang bisa dikembangkan kalo dilihat dari wawasan serta kecakapan emosianalnya. Dari hasil seleksi terhadap 10 finalis tersebut akhirnya anak yang saya kagumi itulah yang menjadi pemenangnya, Akbar berasal dari SMA Kae Woha-Bima, walaupun dia datang dari sekolah swasta dia mampu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri lainnya. Seorang penulis bisa lahir dimana saja, contohnya Ibnu Taimiyah bisa melahirkan kitab-kitab besarnya ketika beliau berada dalam penjara.

Hal ini yang perlu di lihat oleh pemerintah daerah melaui dinas pendidikan pemuda dan olahraga dimana selama ini kurang menyentuh hal-hal (KIR) semacam ini, padahal lomba menulis pada usia dini sangatlah bagus untuk mengembangkan bakat yang terpendam dalam diri anak didik kita. Seperti pengalaman saya tahun 2008 kemarin, saya ditunjuk sebagai pembina dalam mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat pelajar SMA/MA/SMK se-NTB, dan Alhamdulillah kami bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah bertaraf nasional bahkan internasional.
IC sebagai mitra bagi DIKPORA kan selalu bersinergi dalam mengembangkannya.


1 komentar:

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

Mesin Penghasil Uang