Minggu, 27 Juni 2010

CATATAN BUAT SAHABAT

Tulisan ini, saya khususkan buat sahabatku Ana (bukan nama sebenarnya) yang lagi aktif sebagai pengajar salah satu sekolah menengah kejuruan di bumi Bima-NTB. Tulisan ini merupakan lukisan perasaanku yang paling dalam.
Persahabatan adalah sebuah ikatan yang sangat erat, bukan sekedar berteman tapi persahabatan yang di landasi dengan ikatan aqidah yang berlafaskan ukhuwah islamiyah, yang mengharapkan ridhah Illahi. Persahabatan ini lah yang saya jalin dengan salah seorang teman, tapi ada sesuatu yang terkikis dalam persahabatan yang kami jalani beberapa bulan ini, entah apa yang ada dalam pikirannya, sehingga dia menghilang begitu saja tanpa meninggalkan satu kata.
Entah apa yang kami lakukan sehingga dia pergi begitu saja, setiap hari kami selalu mengaharapkan kabar dari-nya, menanyakan temannya serta kegiatan apa yang sedang dia lakukan. Sering kami melayangkan sms dan telpon hanya untuk menanyakan kabarnya, tapi hal itu sia-sia karena dia tidak pernah menjawabnya, yang lebih mengecewakan dia ganti no hpnya.

Saudaraku...!!! Yang perlu kamu ketahui, demi Zat yang menciptakan kita bahwa kami semua sangat menyayangimu, ikatan yang kita jalani selama ini tidak pernah terhapus oleh musin, waktu bahkan zaman sekidit pun, itu yang perlu kamu ketahui, sebab cinta kami kepadamu wahai saudaraku merupakan cinta karena Illahi Rabbi.
Saudaraku...!!! Apakah kamu lupa dengan kenangan yang kita ukir selama ini?, banyak sekali momen yang sudah kita lewati bersama, seberapa besar tempat-tempat yang sudah kita jelajahi?, apakah semua itu tidak terlintas dalam memorimu? Sudah berapa banyak ilmu yang kita dapatkan berkaitan dengan ukhuwah? Apakah ilmu itu tidak bisa merubah atau menbuatmu untuk mengkajinya lagi? Apakah kamu sudah lupa dengan ilmu tersebut? Ya Allah.....Ya Rabbi..... kembalikan memorinya!!!
Saudaraku...!!! Jangan sampai engkau menanyakan, ketika aku jatuh tidak ada seorangpun saudaraku yang membangunkan aku? Kemanakah mereka pergi? Lupakah mereka akan diriku? Ingatlah saudaraku kami tidak akan pernah meninggalkanmu, karena kami sadar penuh akan arti persahabatan.
Saudaraku...!!! Aku akan menceritakan kepadamu tentang sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari Abi Idris Al khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: ”Aku pernah masuk Masjid Damskus. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Jika mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, lalu dikatakan oleh mereka,’Ini Muadz bin Jabal.’Keesekon harinya, pagi-pagi sekali aku datang ke mesjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Ku tunggu sampai dia selesai melakukan shalat kemudia aku temui dan ku ucapkan salam kepadanya. Aku berkata,’Demi Allah aku mencintaimu. Lalu ia bertanya,’Apakah Allah tidak kau cintai?’Aku menjawab,’ Ya Allah aku cintai’. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata,’ Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,’Allah berfirman, cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku”.
Saudaraku...!!! Cerita di atas adalah salah satu dari banyaknya cerita tentang kisah seseorang yang mencintai saudaranya kerana Allah SWT, inilah yang menjadi landasan yang kita ambil, sehingga seberapapun salahnya saudaramu wahai saudaraku, maka maafkanlah dia, jangan sampai ada dendam dalam hatimu, apabila hal itu kamu lakukan maka Allah akan mengangkat derajatmu wahai saudaraku.
Saudaraku...!!! Saudara itu seperti bintang di malam hari, tidak selalu nampak, tapi mereka selalu ada. Saudara itu akan berusaha untuk saling menjaga, karena seorang saudara akan memberi apa-apa yang dia cinta untuk dirinya kepada saudaranya dan akan menjaga saudaranya dari apa-apa yang ia benci untuk dirinya. Wahai saudaraku, yang tak lelah memperbaiki diri, semoga keikhlasan itu tetap terjaga yang dengan ada ketulusan untuk memberi, lahir kesabaran untuk menerima kekurangan dan ada cinta yang akan menguatkan, cinta karena Allah hingga akhir berbuah amalan-amalan penghuni JANNAH.
Saudaraku...!!! Kita selalu merajut hari-hari bersama, di antara kebersamaan itu ada suka dan duka kita lewati, sebagai saudara yang baik apabila di antara kita ada yang salah dan kekeliruan, maka kita wajib untuk saling menasehati, memberikan masukan karena Allah swt sudah menjelaskan dalam Surat Al-Asr (103:1-3) ” Demi masa,’Sungguh, manusia berada dalam kerugian,’kecuali orang-orang yang beriman dan mengejarkan kebajikan serta saling menasehati untuk ke-benaran dan saling menasehati untuk kesabaran”. Saudaraku apapun bentuk masukan dari saudaramu, itu semua untuk kebaikan kita. Sahabat yang baik adalah yang membawa kita pada kebaikan bukan pada keburukan, maka terimalah masukkan dari saudaramu apapun bentuknya. Janganlah kamu melihat siapa yang memberikan masukkan itu, tapi lihatlah apa yang diberikannya. Saudaraku itu lah bentuk kecintaan dari saudaramu.
Saudaraku...!!! Ingatlah bahwa kita adalah seorang muslimah, ketika dalam keadaan lapang dan sempit ”cukuplah Allah menjadi penolong dan Allah adalah sebaik-baik pelindung” dan menyalin siraturrahim adalah wajib bagi setiap muslim.
Saudaraku...!!! Hidup adalah sebuah pilihan, baik-buruknya tergantung kita yang yang memilihnya. Kita adalah perempuan mukminah, apabila kamu keluar dari lingkungan kebaikan, maka Allah akan melepaskan satu persatu tali kebaikkan itu. Sebagai contoh, misalnya masalah sholat. Awalnya kita selalu mengejarkan sholat tepat pada waktunya. Tapi apabila kamu sudah keluar dari lingkungan kebaikan, maka sholat awal waktu yang sering kita kerjakan, menjadi akhir-akhir dari waktu kita. Bahkan suatu saat tanpa ada rasa muqarobbah, bisa saja kita meninggalkannya. Itu hanya satu contoh alaman dari sekian banyak amalan yaumiyah yang sering kita lakukan.
Wahai saudaraku, sesungguhnya engkau akan merasa bahagia apabila engkau adalah perempuan yang beriman, berdermawan, berpuasa, memakai hijab, taat pada suaminya, takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, dan sayang pada anak-anaknya. Ingatlah, Allah berfirman ”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS:Ali-Imran:139).

Untuk Saudaraku :

UHIBBUKIFILLAH UKHTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

Mesin Penghasil Uang