Selasa, 15 Juni 2010

Mengenal Negeri Islam Comoro Setelah Lebih Seabad Terjajah


Comoro atau comoros, mungkin baru pertama kali kita mendengarnya. Ada yang mengira Maroko. Tapi ini benar namanya bukan Maroko tapi Comoro. Yang menjadikannya unik bukan karena namanya yang mirip maroko, tapi karena Comoro adalah negara terpencil yang merupakan salah satu negara Islam terpencil dan memang tak banyak orang tahu. Nama lengkapnya Republic Islam Comoro atau ada juga yang menyebutkan Union of Comoro. Dalam istilah lain, mengunakan bahasa Arab, negeri ini dikenal dengan nama Juzur Al Qamar. Terletak di sebalah utara terusan Mozambik, tak jauh dari kepulauan Madagaskar. Sebuah negara kepulauan yang terdiri dari tiga pulau utama. Nama Comoro konon berasal dari kata al-qamar yang bermakna bulan. Ibu kotanya ialah Moroni yang terletak di Grande Comoro. Dan dengan jumlah penduduk dianggarkan 798.000, itu adalah negara Afrika keenam terkecil yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Afrika.


Comoro terkenal dengan keindahan pantainya yang putih, jernih, dan bersih. Hijaunya pengunungan menambah indahnya kepulauan Comoro. Selain pantai, Comoro terkenal juga dengan dua periga perfume essence dunia, sehingga Comoro mendapat sebutan Perfume Islands. Berpenduduk hampir seratus porsen Muslim dan didominasi kebudayaan Arab.
SEJARAH COMORO
Persentuhan Comoro dengan Islam, terjadi melalui para pedagang Arab yang menyebarkan dakwah Islam ke berbagai pulau di sekitar Comoro. salah satu fakta sejarah yang bisa didapatkan saat ini adalah, sejumlah masjid yang dibangun oleh para pedagang Arab di berbagai tempat di Comorosebagai bagian dari asimilasi budaya Islam dan Afrika. Kepulauan Comoro, seperti daerah pesisir lain dikawasan itu, merupakan kawasan persinggahan penting di fase perdagangan awal Islam yang sering dikunjungin oleh pedagang-pedagang Persia dan Arab.
Pada abad kesembilan belas, pengaruh bahasa Arab Sunni mendominasi pulau-pulau. Comoro memalui perdagangan di sepanjang pantai Afrika Timur, dan Timur Tengah. Keberadaan para pedangan Arab, sebagaimana juga terjadi di Indonesia, ternyata bisa diterima oelh masyarakat dan menyebabkan pengaruh budaya Islam begitu meluas. Dan itu pula sebabnya, ketika semangat penjajahan Eropa mulai menunjukkan kecenderungan untuk menduduki Comoro, di tempat itu tradis Islam yang sudah dominan lalu menyebabkan banyak untuk mengingatkan masyarakat akan pengaruh penjajahan Eropa yang hendak menghilangkan akar sejarah Islam di kepulauan Comoro.
Tanggal 6 Juli 1975, Comoro, sebuah negara kepulauan yang terletak di lepas pantai Mozambik, Afrika Tenggara, memproklamasikan kemerdekaannya dari perancis. Comoro memiliki penduduk hampir 100% muslim dan karena itulah rakyat negara ini sepakat untuk mendirikan negara Islam atau Federal Islamic Republic of Comoro. Kepulauan Comoro awalnya dikuasai oleh bangsa Arab sehingga agama Islam menyebar di sana. Setelah itu, Comoro sempat dijajah oleh portugis sebelum akhirnya dikuasai oleh Perancis sejak tahun 1832. Sekitar satu setengah abad kemudian, atau tepatnya 130 tahun, barulah perjuangan kemerdekaan rakyat Comoro mencapai hasilnya.
Dan yang hebat, meski belum lama bergabung dalam Liga Arab, kiprah Comoro sudah muncul dan terlibat aktif dalam turut memecahkan peristiwa internasional. Salah satunya, maslah Palestina, lebih khususnya Gaza. Saat Israel melakukan serangan brutal atas Gaza, Comoro adalah satu dari sekian negara yang hadir dalam konferensi di Doha, dan menyatakan protes keras atas Israel. Sejumlah 14 negara Arab, yakni Suriah, Qatar, Lebanon, Palestina, Libya, Sudan, Aljazair, Yaman, Jeputy, Djibouti, Comoro, Somlia, Oman, Mauritania, dan Maroko sepakat berpatisipasi pada pertemuan itu.
Orang-orang Comoro dikenal ramah, suka menerima tamu dan memilki bakat seni. Kaum perempuan banyak yang berprofesi menjahit, sementara kaum laki-laki menekuni ukiran kayu. Mereka juga bangga dengan warisan Islam yang mereka miliki.Bayangkan saja hanya dengan luas 1800an km2 yang 720an km2 adalah bebatuan, terdapat sekitar 1400 masjid di seluruh pulau-pulau comoro.
MASIH TERMASUK NEGARA MISKIN
Sayangnya, hampir sama dengan sejumlah negara Afrika pada umumnya, Comoro termasuk dalam rate negara berkependudukan miskin. "Kurangnya pengetahuan adalah salah satu alasan yang paling penting bagi gizi buruk di Comoro," kata Direktur pusat terapi Domoni gizi, Maissa Chaharmane. Menurut sebuah studi yang dilakukan pemerintah empat tahun lalu, lebih dari 42% anak-anak di Comoro di atas dan di bawah usia lima tahun menderita kekurangan gizi kronis, dan lebih dari satu dari lima

anak-anak menderita kekurangan gizi. "Hampir setiap hari, ibu-ibu datang ke saya, memiliki anak-anak Anda lemah dengan mereka, menanyakan kapan kami membuka pintu," kata Marouvua, perawat lokal. "Sayangnya, kematian dari kekurangan gizi adalah kejadian biasa. "Hanya sebagian kecil ibu-ibu yang tinggal di pulau-pulau menyusui bayi remeka. "kadang-kadang orang tua memberi makan anak-anaknya yang belum enam bulan usianya dengan ubi kayu dan pisang raja matang, dan tidak tahu putra atau putri mereka masih terlalu muda untuk mencerna makanan ini," kata Ms Chaha.
Beragam masalah pendidikan dan ekonomi, selain politik, yang terus mendera umat Muslim Comoro. Meski untuk ukuran Kerjasama regional Afrika, para pemuda Comoro sudah banyak yang mengecap pendidikan di luar Comoro, di sesama negara Afrika, semisal di Sudan. Tapi tetap saja, keterpencilan dan situasi keamanan politik yang belum terlalu stabil, selain usianya yang masih baru, juga menyebabkan permasalahan kemiskinan belum bisa teratasi.
Mengenal sebuah negara Muslim, meski kecil, memang memiliki arti tersendiri. Setidaknya, kita bisa lebih membuka mata, akan luasnya aset SDM dan bumi Islam kita. Sekaligus, menyadari problemantika mereka yang tentu harus mendapat perhatian yang layak atas nama sesama saudara Muslim. (Tarbawi)

1 komentar:

  1. Izin kopi yach.. soalnya infonya update n sy juga mau angkat sebagai bahan diskusi bareng teman di kelas

    BalasHapus

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

Mesin Penghasil Uang