Sabtu, 12 Juni 2010

MENCARI KEBAHAGIAAN

"Hewan-hewan yang ada di sekitar kita lebih berbahagia daripada kita, manusia. Padahal seharusnya kebahagiaan itu juga dapat dinikmati oleh manusia. Tetapi kenyataan-kenyataannya, di alam modern ini manusia tidak dapat menikmatin hidup dan kini semakin tampak,..." (Bertrand Russel).
Cerita di bawa ini, memcerita tentang orang-orang yang mencari kebahagiaan, walaupun hidupnya berlimpah harta benda, tetapi dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan. Di manakah letak kebahagiaan? yang jelas kehagiaan itu, letaknya ada di dalam hati kita melalui agama tauhid (AL-Islam),dan selalu menerima segala ketentuan maupun ketetapan yang di berikan Allah SWT kepada kita, dalam bentuk BERTAWAZUN.


WANITA TERKAYA DI DUNIA

Christina Onasis adalah seorang wanita berkengsaan Yunani Yunani, puteri milyuner terkenal Onasis. Onasis adalah seorang milyader besar yang terkenal memiliki pulau-pulau dan armada-armada.
Singkat cerita, Christina Onasis telah menikah dengan seorang laki-laki Bangsa Amerika ketika ayahnya masih hidup. Mereka hidup sebagai suami-istri selama beberapa bulan, tetapi kemudaia mereka bercerai.
Suatu ketika ayah Christina, Onasis, meninggal dunia. Ini terjadi setelah kepergian ibu dan saudara laki-laki Christina ke alam baka. Jadilah Christina sebagai pewaris tunggal harta kekayaan mendiang ayahnya.
Christina memperoleh warisan dari ayahnya senilai lebih dari lima ribu juta real (mata uang Saudi Arabia) di samping sejumlah armada laut, pulau-pulau dan perusahaan-perusahaan penerbangan.
Tak lama kemudia, Christina menikah lagi dengan seorang laki-lakiberkebangsaan Yunani. ia Ia berumah tangga dengan suami yang kedua ini selama beberapa bulan, setelah itu mereka bercerai.
Setelah bercerai dengan suaminya yang kedua, Christina lama tidak bersuami. Kemudian, unruk ketiga kalinya ia menikah lagi dengan seorang laki-laki Komunis berkebangsaan Rusia. Sungguh aneh tapi nyata! Tokoh Kapitalis bertemu dengan tokoh Komunis! ketika orang banyak dan para wartawan - dengan nada yang khas - melontarkan pertanyaan kepadanya, "Sebagai wanita yang banyak memainkan perana ideologi Kapitalis, mengapa anda mau menikah dengan laki-laki yang menganut ideologi Komunis?" Maka dengan lugas Christina menjawab, "Karena aku ingin mencari kebahagiaan."
Selang beberapa lama setelah akad nikah, Christina diboyong ke Rusia oleh suaminya. Undang-undang yang berlaku di Rusia tidak membolehkan seseorang mempunyai rumah yang kamarnya lebih dari dua. Maka, di sana jadilah Christina jadi pembantu di rumahnya sendiri yang hanya terdiri dari dua kamar itu. Pada suatu kesempatan, Christina di datangi oleh para wartawan yang sejak lama mengintai dirinyadi setiap tempat. Dengan nada heran, para wartawan itu mengajukkan pertanyaan kepada Christina, "Bagaimana semua ini bisa terjadi?" Maka jawab Christina, "Aku ingin mencari kebahagiaan kebahagiaan." Christina ternyata dapat bertahan hidup berumah tangga dengan suaminya yang ketiga ini selama satu tahun. Dan setelah itu mereka bercerai.
Selang beberapa lama setelah kejadian itu, Christina didapati menghadiri suatu pesta yang diselenggarakan di Perancis. Pada kesempatan itu, para wartawan mengajukan pertanyaan kepada Christina, "Bukankah Nyonya ini wanita terkaya di dunia?" Christina menjawab."Ya, aku adalah wanita terkaya di dunia, tetapi aku juga adalah wanita yang paling sengsara di dunia."

MEMBELI KEBAHAGIAAN

Laila Murad, seorang pemain drama Bangsa Yuhudi, ketika diwawancarai oleh wartawan, bercerita tentang suaminya, Anwar Wajd, "Suamiku adalah seorang dramawan yang lugu. Suatu ketika, ia mengutarakan isi hatinya kepadaku bahwa ia bercita-cita ingin memiliki uang sebanyak sejuta paundsterling (mata uang Inggris)meskipuun ia harus menderita suatu penyakit?" Suamiku menjawab, sebagian uang itu akan aku gunakan untuk berobat, sedang sisanyaakan aku gunaakan untuk membeeli kebahagiaan. Tidak beberapa lama kemudian, cita-cita suamiku menjadi kenyataan. Ia memperoleh uang lebih dari sejuta pound sterling. Tetapi kemudian mendadak ia diserang penyakit kanker hati. Maka uang yang ia miliki habis untuk berobat, tetapi penyakit yang ia derita tak kunjung sembuh. Ia tak bisa makan banyak. Akhirnya, ia meninggal dengan membawa penyesalan yang amat dalam."
Dari dua cerita di atas, kuncinya adalah tawazun. Tawazun berarti seimbang atau memberikan sesuatu akan haknya. Tanpa ada penambahan dan pengurangan. Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan. Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan nikmat Allah, karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala ke-tawazunan akan menempatkan umat islam menjadi umat pertengahan, atau ummatan wasathon (Q.S.2:143), yaitu umat yang seimbang.
Kebahagiaan pada diri manusia itu dapat berupa: 1, Kebahagiaan batin, dalam bentuk ketenangan jiwa (Q.S.13:28). 2, Kebahagiaan zhahir attau gerak, dalam bentuk kestabilan, ketenangan ibadah, bekerja dan aktivitas lainnya.
Dengan menyeimbangkan dirinya, maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Hamba Allah seperti seperti inilah yang disebut manusia seutuhnya. Hiduplah seimbang, maka hidup Anda tidak akan berantakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Afifatul Qona'ah

Afifatul Qona'ah

Mesin Penghasil Uang